Bandar Lampung – RN, Kasubag TU Kantor Pemenuhan Pelayanan Gizi (KPPG) Badan Gizi Nasional (BGN), Fitra Alfarizi, bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke DPRD Provinsi Lampung.
Pertemuan itu, diterima langsung oleh Ketua DPRD Lampung, Ahmad Giri Akbar, dan Ketua Komisi I, Garinca Reza Fahlevi.
Fitra mengatakan, sejumlah capaian strategis BGN, salah satunya terkait pendirian Sentra Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) serta rencana merekrut relawan dari kalangan masyarakat desil 1 dan desil 2 untuk mendukung program pengentasan kemiskinan.
“Selain itu, kami juga berdiskusi soal mitigasi potensi kelangkaan bahan pangan ketika dapur sudah beroperasi penuh. Pemprov Lampung, lewat Dinas Kesehatan, diharapkan ikut mendukung lewat sertifikasi makanan,” kata Fitra.
Menurutnya, Lampung kini mencatat prestasi nasional dengan jumlah 467 unit dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau setara 56 persen dari kebutuhan—angka tertinggi di Indonesia. Dengan capaian ini, program MBG di Lampung telah menyentuh sekitar 1,2 juta penerima manfaat.
“Kalau soal jumlah dapur, Lampung berada di urutan keempat setelah Jawa Barat dan Jawa Timur. Namun secara persentase, kita yang tertinggi di Indonesia. Ini bukti kerja sama lintas sektor berjalan baik,” ujarnya.
Fitra menambahkan, BGN juga menyiapkan protokol quality control guna mencegah kasus keracunan makanan.
“Ke depan kami ingin program MBG di Lampung benar-benar zero accident. Semua makanan harus higienis, sehat, dan sesuai standar gizi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Lampung, Garinca Reza Fahlevi, menekankan bahwa DPRD akan memperkuat fungsi pengawasan agar program tidak melenceng dari tujuan awal.
“Fokus kami adalah memastikan agar kasus keracunan MBG tidak terulang. Harapannya program ini tetap pada esensinya: menyediakan makanan bergizi dan sehat untuk anak-anak Lampung,” tandasnya. (**)
