BANDAR LAMPUNG – RN, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, mengaku miris melihat kondisi Puskesmas Pinang Jaya yang dinilai sudah tidak layak digunakan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya usai melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Dari hasil pantauan, bangunan puskesmas mengalami kerusakan di sejumlah bagian, mulai dari atap bocor, dinding rapuh, hingga fasilitas penunjang yang tidak lagi memadai.
Menurut Asroni, kondisi ini sangat memprihatinkan mengingat puskesmas merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ia menilai, jika terus dibiarkan, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan pasien, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat maupun tenaga medis.
“Bangunannya sudah tidak layak dan banyak yang rusak. Ini tentu sangat mengkhawatirkan. Jangan sampai masyarakat yang datang untuk berobat justru merasa tidak aman,” kata Asroni Paslah.
Ia juga menyoroti adanya kesenjangan Fasilitas kesehatan antarwilayah. Menurutnya, kondisi Puskesmas Pinang Jaya jauh tertinggal dibandingkan puskesmas di kelurahan lain yang memiliki sarana dan prasarana lebih baik.
“Kalau dibandingkan dengan puskesmas di kelurahan lain, kondisinya jauh tertinggal. Bahkan bisa dikatakan sudah tidak layak disebut puskesmas,” tegasnya.
Untuk itu, ia secara tegas meminta kepada Dinas Kesehatan agar pembangunan atau renovasi Puskesmas Pinang Jaya, dapat diprioritaskan pada tahun 2026.
“Saya minta di tahun 2026 ini pembangunan puskesmas ini benar-benar diprioritaskan. Ini sudah sangat mendesak dan tidak bisa ditunda lagi,” ujarnya.
Asroni menegaskan pihaknya di DPRD akan mengawal usulan tersebut dalam pembahasan anggaran daerah agar dapat segera direalisasikan.
“Saya berharap pemerintah daerah dapat lebih serius dalam memperhatikan sektor kesehatan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang layak, aman, dan merata,” pungkasnya. (**)
