Bandar Lampug – RNewsLampung.id, Perekonomian Provinsi Lampung pada triwulan I – 2025 menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung atas dasar harga berlaku mencapai Rp121.701,75 miliar dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp69.560,58 miliar. Secara tahunan (year-on-year), ekonomi Lampung tumbuh sebesar 5,47 persen dibandingkan triwulan I-2024. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicatat oleh lapangan usaha Jasa Lainnya sebesar 9,66 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mencatatkan lonjakan tertinggi sebesar 12,96 persen.
“Terkait pertumbuhan ekonomi Lampung yang tinggi ini tentunya kita apresiasi. Pemerintahan yang dipimpin oleh RMD dan Jihan harus kita dukung terus agar capaian ini dapat dipertahankan. Daya beli masyarakat juga harus ditingkatkan karena ini menjadi aspek penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah,” ujar Ahmad Basuki, Selasa (5/8/2025). Ia juga menekankan agar penganggaran di daerah (floating anggaran) harus selaras dengan upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, daerah memiliki peran strategis dalam menopang target pertumbuhan ekonomi nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. “Cita-cita pertumbuhan ekonomi nasional yang ditetapkan Presiden sebesar 8 persen. Maka daerah harus menjadi tulang punggung dalam mendorong pencapaian itu. APBD harus dijadikan daya ungkit pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya beli masyarakat,” ungkapnya. Ahmad Basuki juga menyoroti potensi strategis Lampung di sektor pertanian. Ia menyebutkan, kebijakan ekonomi Presiden Prabowo yang fokus pada ketahanan pangan menjadi momentum penting bagi Lampung untuk mengambil peran lebih besar sebagai lumbung pangan nasional. “Lampung ini secara geografis memang wilayah pertanian, dan selalu menjadi penyuplai utama kebutuhan pangan nasional. Maka ketika Presiden Prabowo menggulirkan kebijakan strategis seperti penugasan serap gabah oleh Bulog ini seharusnya menjadi dorongan besar bagi sektor pertanian Lampung dan berujung kepada peningkatan pertumbuhan ekonomi,” tuturnya. (DK)
