Dinas PUPR Lamsel Diduga Mainkan Proyek Ratusan Milyar, Pekerjaan Asal Jadi

Kalianda – RNewsLampung.id, Permasalahan di dalam Dinas PUPR Lamsel terus bergulir proyek yang di angggarkan ratusan milyar di Duga Di mainkan oleh Oknum Dinas Tersebut. “Hampir setengah proyek yang ada di Dinas PU di kerjakan oleh diorang-diorang itulah, pola nya pinjam dan sewa perusahaan.” Ujar sumber yang tidak mau di sebutkan nama nya. Seraya mengatakan diri nya mempunyai data lengkap paket pekerjaan yang di kerjakan oleh Oknum Dinas PU Lampung Selatan. Ironis nya lagi selain di duga dimainkan oknum Dinas PUPR banyak masyarakat mengeluhkan pekerjaan yang dikerjakan asal jadi.

Bagaimana tidak pekerjaan yang baru seumur jagung sudah babak belur, alias hancur. “Abu, ini gimana kerjaan asal jadi baru beres dua tiga bulan yang lalu udah rusak lagi, yang kerja juga asal-asalan kerjaan kayak Roro Jonggrang sehari jadi di kerjain malem, ujar salah satu warga yang tinggal di Desa Hajimena, Natar. Selain itu juga Dwi Warga candimas mengungkapkan hal yang sama, “gak tau ini mas kerjaan punya siapa, waktu mereka ngerjain ini saya lihat tidak pernah ada orang-orang dinas yang hadir cuma para pekerja aja yg ngaspal, papan proyek pun tidak ada jadi bingung ini pekerjaan punya siapa, terus ini sudah hancur juga mas rusak bolong di sana sini aspal nya pada ngelupas kaya nya baru dua tiga bulan yang lalu di kerjain”. Ungkap Dwi.

Setelah wartawan RNews.id kroscek kelapangan terhadap kegiatan fisik milik dinas PU ternyata benar adanya, pekerjaan tersebut ditemukan banyak kerusakan dan banyak di Keluhkan masyarakat juga. Pada saat dikerjakan apakah tidak di awasi bagaimana mungkin pekerjaan yang nilai nya besar seperti ini tidak dilakukan pengawasan, apa karna lokasi nya yg jauh dari pusat kota pemerintahan (Kalianda) jadi luput dari pengawasan.

Wartawan media ini mencoba mendatangi kantor Dinas PUPR Lamsel untuk konfirmasi langsung namun kepala Dinas tidak pernah ada di tempat, lalu mencoba konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp ke nomor 0821-810*-*** selaku sekretaris Dinas meski terkirim tetapi tak menjawab, dan memilih bungkam. (REDAKSI)