Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK

Jakarta – RN, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pati, Sudewo. Sebelum kena OTT, Sudewo juga sempat bikin heboh dengan kebijakannya.

Jubir KPK Budi Prasetyo membenarkan salah satu pihak yang kena OTT di Pati ialah Sudewo. Budi mengatakan Sudewo masih diperiksa di Polres Kudus.

“Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangkap di Pati adalah saudara SDW (Sudewo),” kata Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2026).

Dia belum menguraikan perkara apa yang membuat Sudewo terjaring OTT. Dia juga belum menjelaskan siapa saja yang diamankan bersama Sudewo.

Pihak yang diamankan dalam OTT tersebut berstatus terperiksa. KPK punya waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka.

Sebelum ditangkap, Sudewo juga pernah diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus lain. Berikut sejumlah kontroversi Sudewo:

Naikkan PBB 250%

Sudewo jadi sorotan usai menaikkan pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan atau PBB-P2 sebesar 250%. Kenaikan PBB itu langsung menuai protes warga Kabupaten Pati. Sudewo menjelaskan sejumlah alasan dalam kenaikan PBB itu.

“Berusaha maksimal rumah sakit ini menjadi baik sebaiknya untuk rakyat Kabupaten Pati. Saya berusaha maksimal infrastruktur jalan yang sebelumnya kondisinya rusak berat saya perbaiki bagus,” kata Sudewo kepada detikJateng saat ditemui di sela-sela kegiatan di Pati, dilansir detikJateng, Rabu (6/8/2025).

Dia mengatakan anggaran untuk pegawai honorer dan PPPK setiap tahun mencapai Rp 200 miliar. Sedangkan pendapatan daerah sektor pajak hanya Rp 36 miliar.

“Jadi yang kami dapatkan Rp 36 miliar, kami keluarkan untuk honorer dan PPPK itu Rp 200 miliar. Jadi sama sekali tidak berimbang,” terang Sudewo.

Menurutnya, kebijakan kenaikan pajak sebesar 250% telah diberlakukan. Menurutnya, sudah ada 50% warga yang membayar PBB-P2. Sudewo mengklaim tidak ada masalah. (**)