Bandar Lampung – RNewsLampung.id, Sepekan ini, para pejabat dan pegawai saling memprediksi siapa dan jabatan apa pasca selesainya uji kompetensi puluhan pejabat selama sebulan ini di Pemerintah Kota Bandarlampung.
Belum Lama ini, Uji kompetensi 31 OPD dimulai pada 22 April, uji Job Fit 23 April, pemberitahuan 24 April, penerimaan berkas portofolio 28 April, rekam jejak administrasi 29 April, penjelasan Tim Ukom tentang penelis essay makalah 2-3 Mei, wawancara 5-6 Mei uji kompetensi dan penyerahan hasil ukom.
Saat menunggu “wangsit dari langit”, para kepala dinas yang rajin mendampingi “Emak” — sebutan antarpejabat terhadap Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana — saling menguping dan menghayal bakal jabatan apa sambil ngopi buat melepas ketegangan menunggu hasil ukom.
Memang, sesuatu yang masih gelap kerap bikin penasaran, kemungkinan-kemungkinan beredar dari telinga ke telinga. Apalagi ini tentang karir para pejabat di lingkungan Pemkot Bandarlampung. Isu liar pun bikin berisik dinding-dinding ruang kerja dan kantin.
Dari Gedung Satu Atap Pemkot Bandarlampung, muncul isu Febriana bakal bergeser dari kursi kepala Dinas Catatan Sipil (Capil) menggantikan kepemimpinan Roby Suliska sebagai kepala Inspektorat yang juga sudah lama dijabatnya.
Bisik-bisik, pejabat inisial D yang akan menggantilan Febriana memimpin Capil, R yang digadang-gadang mengisi kursi ketua Bappenda,
Kursi kepala Dinkes sudah empat tahun ditinggalkan Edwin Rusli yang semasa Gubernur Arinal Djunaidi ditarik jadi kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung hingga sekarang dan bakal diisi pejabat lulusan D3 Kesehatan.
“Saya mah diposisikan apa saja oke-oke saja, terserah Emak,” ujar seorang kadis kepada teman-temannya sesama kadis sambil menikmati kudapan pisang rebus, Sabtu ( 3/5/2025).
“Kalau BKD boleh juga tuh,” timpal kadis lainnya sambil ngisap sebatang rokok dan tertawa renyah.
Dikonfirmasi ke Tim Panelis Ukom, Dr. Yusdianto, SH, MH mengatakan hanya berkapasitas menguji saja program para calon kepala OPD, termasuk penilaian kinerja dan pengembangan dinasnya.
“Pada saat wawancara itulah terlihat bagaimana mereka selama memimpin OPD-nya, memiliki kemampuan managerial skill, leadership,” ujarnya.
Dari hasil wawancara, tim akan menilai apakah yang bersangkutan tetap pada posisi atau cocok memimpin OPD lain. Final proses diserahakan kepada BKN untuk dipertimbangkan Wali Kota Eva Dwiana, pungkas Yusdianto. (*)
