Tanggamus – RN, Kolaborasi PT Pertamina Geothermal Energy, Pemerintah Provinsi Lampung, dan dunia pendidikan membangun generasi yang siap menghadapi era energi baru terbarukan melalui pembelajaran berbasis lingkungan dan industri.
Di lereng Gunung Tanggamus, tempat uap panas bumi diubah menjadi listrik yang menerangi jutaan rumah di Sumatera, sedang tumbuh investasi yang nilainya melampaui pembangunan pembangkit listrik. Investasi itu adalah sumber daya manusia.
Melalui Program Green School, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Ulubelu bersama Pemerintah Provinsi Lampung mulai membangun generasi yang memahami energi bersih, mencintai lingkungan, dan siap menghadapi kebutuhan industri masa depan. Program ini menunjukkan bahwa investasi terbesar bagi daerah penghasil energi bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia.
Gagasan tersebut sejalan dengan visi pembangunan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang menegaskan bahwa “kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, melainkan oleh kualitas sumber daya manusianya.” Di tengah besarnya potensi panas bumi Ulubelu, pesan itu menjadi sangat relevan. Kekayaan energi akan memberi manfaat maksimal hanya jika dikelola oleh generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Di tengah tuntutan dunia menuju ekonomi hijau dan target Indonesia mencapai Net Zero Emission 2060, Green School menghadirkan pendekatan yang berbeda. Anak-anak sekolah di sekitar wilayah operasi panas bumi tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mengenal energi terbarukan, konservasi alam, pengelolaan sampah, penghijauan, hingga memahami hubungan antara industri, lingkungan, dan kehidupan masyarakat.
kualitas pendidikan. Yang sedang kami bangun sekarang bukan lagi sekadar program CSR dalam bentuk bantuan, tetapi sebuah ekosistem pendidikan yang melibatkan sekolah, guru, siswa, dan dunia industri secara berkelanjutan,” ujarnya.
Salah satu bentuk kerja sama yang tengah disiapkan, seperti dijelaskan Rodi adalah dukungan bagi siswa berprestasi di SMA Negeri 1 Ulubelu. Sekolah tersebut dipilih karena berada di kawasan operasional perusahaan sehingga manfaat keberadaan industri dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat sekitar.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Green School telah bergerak melampaui konsep CSR konvensional. Program ini menjadi investasi sosial jangka panjang yang bertujuan membangun kapasitas manusia.
Menyiapkan Generasi Energi Bersih
Indonesia tengah mempercepat pengembangan energi baru terbarukan.
PGE Area Ulubelu sendiri terus memperluas pengembangan panas bumi, termasuk mendukung berbagai inovasi menuju ekonomi rendah karbon.
Namun pembangunan infrastruktur energi tidak akan cukup tanpa sumber daya manusia yang memahami pentingnya keberlanjutan.
Di sinilah Green School memiliki arti strategis.
Program ini membuka ruang bagi lahirnya generasi yang kelak menjadi insinyur, peneliti, teknisi, guru, wirausahawan, hingga pemimpin yang memahami hubungan antara energi, lingkungan, dan pembangunan.
Green School tidak hanya mengajarkan bagaimana listrik dihasilkan.
Program ini mengajarkan mengapa alam harus dijaga agar energi tetap lestari.
Green School masih memiliki ruang yang luas untuk berkembang. Program ini dapat diperkuat melalui laboratorium energi terbarukan, pembelajaran STEM berbasis panas bumi, bank sampah digital, kebun pangan sekolah, pengukuran jejak karbon, hingga wisata edukasi geothermal.
Jika dikembangkan secara konsisten melalui kolaborasi pemerintah, dunia pendidikan, dan industri, Ulubelu berpeluang menjadi pusat pembelajaran energi bersih di Indonesia.
Nilai terbesar Green School sesungguhnya bukan terletak pada jumlah pohon yang ditanam ataupun fasilitas yang dibangun. Nilai sesungguhnya adalah perubahan cara pandang.
Ketika seorang siswa memahami bahwa listrik berasal dari energi yang ramah lingkungan, bahwa hutan menjaga sumber air, dan bahwa ilmu pengetahuan menentukan masa depan daerahnya, pendidikan telah melampaui batas ruang kelas.
Seperti yang pernah disampaikan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, “Masa depan Provinsi Lampung bukan berada di kantor gubernur ataupun di kantor dinas. Masa depan Lampung berada di ruang-ruang kelas.”
Di Ulubelu, ruang-ruang kelas itu kini tidak hanya menjadi tempat belajar. Bersama Green School, ruang kelas telah menjelma menjadi tempat lahirnya generasi yang kelak menjaga bumi sekaligus mengelola kekayaan energi Lampung secara berkelanjutan. (*)
