BANDAR LAMPUNG – RN, Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) memperingati Dies Natalis ke-36 pada Senin (10/8/2026).
Momentum tersebut tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia perguruan tinggi, tetapi juga dimaknai sebagai kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan sekaligus memperkuat komitmen membangun kampus yang semakin berkualitas dan berkontribusi bagi masyarakat.
Rektor Universitas Saburai, Dr. Sodirin, SE., MM., mengatakan Dies Natalis menjadi momentum penting bagi seluruh keluarga besar universitas untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui, mensyukuri capaian, sekaligus mempersiapkan langkah ke depan.
“Bagi saya, Dies Natalis bukan hanya soal bertambahnya usia universitas. Ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk berhenti sejenak, melihat perjalanan yang sudah kita lalui, bersyukur atas apa yang sudah kita capai, dan kemudian melihat apa yang masih harus kita lakukan ke depan,” ujar Sodirin dalam sambutannya.
Menurut dia, perjalanan Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai hingga saat ini tidak terlepas dari berbagai capaian dan tantangan. Namun, seluruh proses tersebut justru menjadi bagian penting dalam membentuk kampus agar semakin kuat dan matang.
“Kalau kita melihat perjalanan Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai sampai hari ini, tentu sudah banyak hal yang kita lalui. Ada keberhasilan, ada tantangan, ada juga hal-hal yang mungkin belum sesuai dengan harapan kita. Tetapi justru dari semua perjalanan itulah kita menjadi lebih kuat dan lebih matang,” katanya.
Sodirin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam membangun dan menjaga keberlangsungan Universitas Saburai.
Ia menyebut, keberadaan kampus hingga saat ini merupakan hasil dari kerja panjang yang melibatkan banyak pihak, mulai dari para pendahulu, yayasan, pimpinan terdahulu, dosen, tenaga kependidikan, alumni, mahasiswa hingga mitra universitas.
“Terima kasih kepada para pendahulu kita yang telah membangun dan meletakkan dasar universitas ini. Terima kasih kepada yayasan, para pimpinan terdahulu, para dosen, tenaga kependidikan, alumni, mahasiswa, dan seluruh pihak yang selama ini ikut menjaga dan membesarkan Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai,” ucapnya.
Menurut Sodirin, capaian yang dirasakan saat ini tidak dibangun dalam waktu singkat. Karena itu, seluruh elemen kampus harus memiliki tanggung jawab bersama untuk melanjutkan pembangunan universitas.
“Semua adalah hasil dari kerja keras banyak orang dan perjalanan yang panjang,” ujarnya.
*Tantangan Perguruan Tinggi Makin Dinamis*
Dalam kesempatan tersebut, Sodirin juga menyoroti perubahan dunia pendidikan tinggi yang berlangsung cepat. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut Universitas Saburai untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kualitas.
“Kita tahu bahwa dunia pendidikan tinggi sekarang berubah begitu cepat. Karena itu, kita juga tidak boleh berjalan di tempat. Kita harus terus belajar, terus berbenah, dan terus mencari cara agar Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai bisa memberikan pelayanan dan pendidikan yang semakin baik,” tegasnya.
Ia mengatakan, Universitas Saburai tidak cukup hanya dikenal karena usia dan sejarahnya. Kampus tersebut harus mampu menunjukkan kualitas, prestasi serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kita ingin kampus ini tidak hanya dikenal karena usianya, tetapi juga karena kualitasnya, prestasinya, dan kontribusinya kepada masyarakat,” kata Sodirin.
Untuk mencapai target tersebut, ia menekankan bahwa kemajuan universitas tidak dapat hanya dibebankan kepada rektor maupun jajaran pimpinan.
Seluruh unsur sivitas akademika memiliki peran masing-masing. Dosen bertanggung jawab mendidik dan membimbing mahasiswa, tenaga kependidikan memberikan pelayanan terbaik, mahasiswa menjaga nama baik almamater melalui prestasi dan perilaku, sedangkan alumni turut berperan membangun serta menjaga reputasi universitas.
“Kalau semua bergerak bersama, saya yakin hasilnya juga akan jauh lebih besar,” tuturnya.
*Dies Natalis Momentum Satukan Langkah*
Sodirin kemudian mengajak seluruh keluarga besar Universitas Saburai menjadikan Dies Natalis bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum memperkuat kebersamaan dan menyatukan langkah.
“Tidak perlu berjalan sendiri-sendiri. Kita bangun Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai ini bersama-sama,” katanya.
Ia optimistis semangat kebersamaan akan menjadi salah satu kekuatan utama dalam membawa Universitas Saburai terus berkembang.
“Saya percaya, kalau kita punya niat yang sama, semangat yang sama, dan mau saling mendukung, InsyaAllah kampus yang kita cintai ini akan terus berkembang dan menjadi semakin baik,” ujar Sodirin.
Ia juga berharap Universitas Saburai semakin dipercaya masyarakat, memiliki lebih banyak prestasi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi Lampung maupun Indonesia.
“Semoga di usia yang semakin bertambah ini, Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai semakin maju, semakin dipercaya masyarakat, semakin banyak prestasinya, dan semakin besar manfaatnya bagi Lampung dan Indonesia,” katanya.
Sodirin menutup pesannya dengan mengajak seluruh unsur kampus menjaga rasa kebersamaan sebagai satu keluarga besar.
“Apapun posisi kita di kampus ini, mari kita tetap merasa bahwa kita adalah satu keluarga besar Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai. Mari kita jaga kebersamaan ini, karena kampus ini adalah rumah kita bersama,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Universitas Saburai, H. Ahmad Bastari, S. Sos., M.M., turut menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Dies Natalis ke-36 Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai.
Ahmad Bastari mengajak seluruh unsur di lingkungan Universitas Saburai untuk bersama-sama membangun dan mengembangkan kampus melalui sinergi yang baik.
“Selamat Dies Natalis yang ke-36. Mari kita sama-sama mengorkestra dengan baik sehingga Universitas Saburai menjadi lebih baik dan makin maju,” ujar Ahmad Bastari.
*Rangkaian HUT Kemerdekaan Digelar 10-12 Agustus*
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Satrya Surya Pratama, SH., MH., menyampaikan laporan mengenai rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar bersamaan dengan momentum Dies Natalis Universitas Saburai.
Satrya mengatakan, rangkaian perlombaan dijadwalkan berlangsung pada 10-12 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, dukungan kegiatan berasal dari berbagai unsur, termasuk sivitas akademika Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai, mahasiswa dan mitra.
“Total dana yang masuk dari sumbangan Civitas Akademika, mahasiswa, dan mitra sudah terkumpul,” kata Satrya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dan Civitas Akademika Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai yang telah mendukung serta menyukseskan acara ini,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga mempererat hubungan antarsivitas akademika serta menumbuhkan semangat kebersamaan di lingkungan Universitas Saburai.(*)

